sesaat sebelum pergi

gadis itu menatap pelan rintik hujan yang mencerca matahari sore itu.

waktu baru menunjukkan pukul tiga lewat limabelas menit, namun langit kian gelap. awan hitam mulai menelungkup seakan memeluk bumi. hela napas panjang sekali duakali mulai terdengar sayup sayup dari dadanya. napas yang berusaha menangkis petir yang seakan meledak, ditambah tetes airmata sang Ibu yang sejak tadi tak berhenti, tanda kesedihannya saat hendak melepas sang anak perempuan merantau ke negara yang ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman.

aningga tidak tinggal diam. ia turut kembali mengambil helai tissue dari bagian belakang mobilnya dan mulai menggenggam pelan tangan Ibundanya. diserahkannya kertas tipis itu dengan senyum simpul yang dibalas isak yang lebih keras, membuatnya tidak sama sekali merasa lebih nyaman.

aningga menoleh ke luar jendela. sesaat menggenggam handphone di kantung blazernya. mengeluarkannya. menekan satu tombol dan kemudian melihat layarnya.

kosong.

tidak satu apapun menghibur hatinya. moodnya rusak binasa disaat ia hendak meninggalkan segalanya. meninggalkan semua yang selalu menemani. meninggalkan segala yang dicintai. membuat mereka semua meratap dan dengan tiba-tiba berapi-api.

bahkan anangga sekalipun. ia tak ada disini.

ananggaku. ananggaku sayangku. ananggaku cintaku.

semalam tadi mereka bertengkar hebat. aningga melayangkan tamparan panasnya dengan pesat. tiada lagi yang terpikir selain emosi jiwa yang berkelebat karena penat yang tertumpuk hingga tak kuasa lagi mendamprat. anjing. babi. tai. semua keluar dari mulut aningga tanpa jeda karena kesal yang luar biasa tak tertahannya.

setelah itu anangga pergi. tak lagi menghampiri. bahkan hingga saat ini. saat sekian detik lagi mobil akan berhenti di entrance bandara dan membawa aningga dengan kopor-kopornya masuk dan memisahkannya dengan tanah air.

terngiang lagi memori tadi malam. saat ia mendatangi klab itu dan mendapati anangga tengah memeluknya. mabuk. tertawa-tawa riang bersamanya. siapa itu? peduli setan. aningga marah. sangat marah. ia naik pitam. botol heineken yang digenggamnya pelan hampir-hampir dicengkeram dan dilemparkannya ke kepala anangga.

aku benci anangga!

tai!

tapi aku ingin ia disini…

tidakkah kau ingin mengantarku, anangga….?

aku benci kau, tapi aku ingin mampus saja kalau begini…!

Ibunda dan Ayahandanya tidak banyak bicara. mereka menahan air mata. menyadari anak perempuan mereka yang hendak pergi bertahun-tahun lamanya. dan anangga tidak juga muncul di hadapan. saat waktu memaksa aningga untuk pergi dan meninggalkan kedua orang tuanya, ditambah kepedihan hati yang menyadari ketiadaan anangga bersamanya di saat ia akan menghilang, membuatnya meledak dalam isak tangis yang begitu deras dan tiba-tiba.

Ayahanda dan Ibundanya memeluknya erat, memberikan wejangan-wejangan menghangatkan yang mengalir di telinga, mengakibatkan isak tangisnya makin membadai dan membasahi bahu kedua orangtuanya.

lalu aningga masuk, melambaikan tangan untuk terakhir kali selama entah-berapa-lama, lalu mendorong troli dan mulai melakukan proses administrasi.

***

masih satu jam lagi sebelum pesawat raksasa itu akan membawanya ke inggris raya.

sambil kembali menyeruput espresso double pahit yang digenggam, aningga terus berusaha mengosongkan pikiran. menampar semua kenangan yang terlintas. mengusir pahit manis yang tiba-tiba saja datang sekaligus. ada apa ini…?

anangga. anangga. semua tentang anangga. oh what the hell? kenapa semua ini harus datang tiba-tiba…? aku akan pergi! sudahlah. ia tidak menghampiri. jadi apa? tai, memang! sampah! ia memang pria tidak tahu diuntung! tidak tahu cara meminta maaf! tidak tahu kasih sayang. ANJING !

namun kemudian teringat kembali malam-malam yang pernah dihabiskannya bersama anangga. saat tiada lagi selain mereka. saat gelap mata dan panutan jiwa bergabung menjadi satu. menyatukan mereka. dalam gelap terang pikiran dan sanubari mereka. menenggelamkan mereka dalam mimpi indah yang seakan tiada akhirnya. membuat mereka semakin sayang dan semakin cinta. membuat mereka terus meminta untuk lagi dan lagi. kemudian mereka sadar. sadar dan saling memeluk. memeluk dan mencium. menggenggam seakan tak mau dilepas lagi.

kumohon, Tuhan.. usir dia dari pikiranku.

dan kemudian datang lagi momen lainnya. momen tangis dan perih yang mereka lugaskan bersama. teriakan dan hujatan yang kadang terasa tiada habisnya. membuat mereka seakan mandi darah dalam kebencian dan amarah. membuat kisah indah tak lagi terasa karena ditenggelamkan sampai punah.

dan tetap saja.. diakhiri dengan ciuman tanpa jengah….

aningga mulai menangis saat kembali sadar. ia sadar betapa rindu dirinya. betapa ingin ia anangga. betapa ingin ia sosok itu datang dan menghampirinya. mengecup keningnya. pipinya. bibirnya. kalau perlu diam-diam colongan ke kamar mandi pria atau wanita. baru kemudian ia berangkat. berangkat dengan tenang. melepaskan sesuatu hingga lapang.

namun anangga tidak datang. pria yang kucintai tidak datang.

mati saja kau anangga.

***

..to be continued..

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

untitled story part one

serentak terkilas di kepalaku
sebuah momen penuh deru
saat kerumunan terang menyeru
peluh dan alkohol bersatu padu

gadis kurus kering itu disana
dengan rambut pendek cepak di belakangnya
tiga tindikan di kanan dan tiga di kiri
dan mata besar tatap malam berlari

ia berdansa
menikmati setiap helai sutera di tubuhnya
merasakannya berurai seiring irama
genggam pelan gelas segitiga di tangan kanannya

ia tertawa
tanpa peduli sadar tidak sukmanya
mengalir cairan pahit di kerongkongannya
terawang awang sambaran kilat cahaya

itu ribuan tahun yang lalu
sebelum ia mati karena malu
mati berdiri karena sendu
pergi merantau dalam syahdu

kini ia senang mengenang
mengenang sambil senang senang
meski ingatan kadang membuat berang
berusaha dirinya tetap tenang

ia melihat ke belakang dengan asa
melihat yang telah rusak binasa
ratakan tanah dalam anyaman rasa
berusaha pergi tanpa balas jasa

***

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

the pursuit of happYness

tiba tiba saja aku sadar betapa cukupnya diriku

cukupnya wujud manusiaku, cukupnya kepribadianku

cukupnya kebisaanku, cukupnya ketidakbisaanku

cukupnya mimpi dan rencanaku

cukupnya yang kucintai dan mencintaiku

cukupnya orang yang tidak menyukaiku

cukupnya kebahagiaan dalam hidupku, cukupnya kesedihan yang dirasaku

cukupnya yang kuinginkan dan kumiliki, cukupnya yang kuinginkan dan tidak kumiliki

cukupnya yang tidak kuinginkan dan kumiliki, cukupnya yang tidak kuinginkan dan tidak kumiliki

aku bersyukur, ya Tuhanku

aku bersyukur

aku merasa cukup, tak kurang suatu apa

dengan segala kurang dan lebih

dengan segala lebih dan kurang

semuanya cukup

cukup

cukup

dan aku bahagia

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

fruit thoughts untitled in day hole

* (buah pemikiran tak berjudul di siang bolong)

things are quite shocking for a couple of sides lately.

in addition to this, im just gonna say that in one way, some of them have been trying to find the right and proper things for their lives–and might have found it, some of them were just the sides who feel disagreements and do the things they felt like right either, and some of them are just commented as their mouths shouts out in the dark without any evidence that spreads all the good and bad words as it drives all the people out there incontrollably crazy.

so whats the right thing anyway? and if its right for yourself, could it be right for others..?

whats the real deal anyway? these kind of stuff doesnt come in official or written agreements, it’s all about opinion and individual thoughts, isnt it..?

who’s in the conflictive circle, and who’s not? they all decide whether they’re in or out anyway

but for me, whateverly majorly, all i know is im happy with what im going through. i feel hurt. i feel pain. but then i found a light. ive never really expect for changes in my life, though. i never really look for conflictive situations. i look for peace everywhere i go. it just came. it comes over me and says hi.

care ghost = peduli setan

how later = kumaha engke

enjoy crazy = asyik gila

hihihihihi. just smile, all (am i talking to you? you decide)

this is life. they say love hurts, reality bites.

but for me, still, life is a colorful yet beautiful playground.

let’s play :)

1 Comment

Filed under Uncategorized

sebuah gumam wonderwoman

ada sesuatu yang dipikirkan wonderwoman
saat ia berputar untuk merubah wujudnya
berputar sekian kali dan mengganti jas hitamnya
melepas kacamata dan mengenakan kostumnya

sesuatu terlintas di jiwanya yang berani
saat rambut kelimis dengan ponytail mulai tergerai
terhiaskan mahkota keemasan berbintang merah perai
mempersiapkan dan menyambut aksinya dimulai

kini aku sendiri dan beraksi, pikirnya
melompat kesana kemari dan berlaga, lanjutnya
akankah aku berhasil melawan penjahat itu kali ini?
siapakah yang akan menolongku… saat aku tak lagi berlari?

aku hanyalah seorang wanita muda
tak sampai paruh baya dengan penampilan menggoda
kostum seksi menarik gairah membara
yang merindukan kasih pelindung penuh cinta

siapa bilang aku sudah bisa sendiri?
janganlah kamu sok tahu
siapa bilang aku tak butuh yang lebih kuat?
janganlah kamu berasumsi begitu

aku ingin dilindungi
aku ingin dikasihi
meski setiap hari biadab kulangkahi dengan kaki
meski setiap hari biadab kuredam pitam dengan pasti

siapakah yang akan datang padaku?
siapakah yang akan ada untukku?
haruskah aku sendiri sepanjang waktu?
dengan haru biru dan impian membisu?

aku hanya bisa menunggu
melihat ke depan dan melangkah tanpa ragu
karena seorang wonderwoman, adalah pengemban tanggung jawab itu
karena seorang wonderwoman, tak kenal lelah dan gumam penuh pilu

karena aku adalah wanita ksatria
yang menari dalam otakku yang rana
dalam hatiku yang melankolis dan kerap hampa
yang terbungkus dalam tubuh sekuat baja

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

those moments

it was just about those moments
when you were holding the hands of someone you love
trying your best on keeping them safe and warm
put your hands around them and held them with all your heart

and it was just about those moments
when suddenly u realized that those things you did was just what you want
when suddenly it happened that those things you did wasn’t really what they need
when suddenly it felt like it was just your ego
when suddenly it was just about induldging yourself after all

and suddenly,, you saw them suffer with the love you gave them…

and it was always when the feeling finally comes
the feeling that kicked your kisses away from their lips
the feeling that burned up all your nerves and burst up your tears
the feeling that shouted all about how much you love them and hurt them at the same time

and then you cried..
a lot..
and a lot..
feeling the guilt..
and the weakness you saw in the person you love…
feeling their pain and sorrow…
feeling their voices, telling you to stop…
seeing their tears, their eyes crying because of your mighty thing called love….

im not a bad person…
but did i really do wrong…??
i love you like i love myself

i’d do anything to please you
i’d do anything to keep you here
but i guess it’s all wrong

i guess im just that person who keeps you in your sadness
i guess im just that person who makes you starve for happiness
i guess uve just lost the weight of my caress and words
i guess i was just wrong.. anyway…..

and i dont know when will i ever be right……….

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

pesan pintarnya satu

cantik bukan berarti pintar. kalau sudah bodoh mau diapakan lagi? bodoh ya bodoh saja! tolol ya tolol saja! ada yang bisa bikin pintar? saya mau dong. iya, pintarnya satu. digoreng dengan mie instan rasa ayam bawang, atau dibuat omelette seperti mushroom. atau perlu beli bong nya dulu? butuhnya yang seperti apa, neng? kok jadi bingung? apa? kamu tanya cara pakainya bagaimana? makanya tanya dulu! ah! kamu memang tolol! goblok! oh iya, kenapa saya jadi ikutan goblok? jelas karena tololnya kamu ini kan kamu pesan pintarnya satu?

Leave a Comment

Filed under Uncategorized